Merealisasikan 18 Program Unggulan Sebuah Pencapaian Keberhasilan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Berau nomor urut 2, Sri Juniarsih Mas dan Gamalis, kembali menegaskan pencapaian mereka dalam merealisasikan 18 program prioritas yang diusung pada Pilkada sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Sri Juniarsih saat menghadiri kampanye di Kampung Labanan pada Senin (7/10/2024).

 

Dalam kesempatan itu, Sri Juniarsih mengungkapkan bahwa program-program yang dahulu sempat diragukan kini telah terealisasi dengan baik. “18 program kerja yang pernah saya janjikan, yang dibilang mustahil, saya katakan saat ini semua program kerja sudah terealisasi. Ada yang sudah tuntas dan ada yang sedang dalam proses bertahap, karena semua penganggaran itu harus melalui regulasi,” jelasnya.

 

Menurut Sri Juniarsih, capaian tersebut merupakan hasil dari optimalisasi seluruh sumber daya yang dimiliki, sehingga program-program tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya memastikan kesejahteraan rakyat melalui anggaran yang tepat sasaran.

 

“Saya jamin kesejahteraan masyarakat supaya mereka bisa merasakan anggaran yang besar ini. Dan saya bisa menunaikan janji saya pada Pilkada, bahwa uang rakyat kembali ke rakyat,” tambahnya.

 

Beberapa program prioritas yang telah berhasil direalisasikan antara lain iuran BPJS gratis, 1.000 laptop untuk guru, kenaikan insentif ASN dan PTT, pemasangan ribuan titik wifi gratis, serta pembangunan RSUD Tanjung Redeb yang sedang dalam proses.

 

Sri Juniarsih juga menyoroti anggaran BPJS gratis yang mencapai Rp 13 miliar per tahun, sehingga masyarakat dapat langsung memanfaatkan layanan BPJS tanpa harus menunggu lama.

 

“Untuk iuran BPJS gratis itu sudah saya anggarkan Rp 13 miliar setiap tahun. Sehingga iuran BPJS gratis itu sudah bisa dilaksanakan. Tidak perlu lagi menunggu 14 hari. Hari ini diurus langsung bisa digunakan jika sakit,” jelasnya.

Program lainnya seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga mengalami peningkatan, dari semula Rp 250 ribu menjadi Rp 500 ribu per penerima setiap bulannya. (sep/tim)